Posted by : Unknown


Kartini dan penulis-penulis yang mempengaruhi pemikirannya.
Kartini dan penulis-penulis yang mempengaruhi pemikirannya.
Dalam bukunya, Panggil Aku Kartini Saja, Pramoedya Ananta Toer menyebut Kartini sebagai pemikir Indonesia modern pertama. Pendapat Pram itu tidaklah berlebihan. Jika menilik karya-karya dan tulisan-tulisannya, pengetahuan Kartini sangat berbobot, luas, humanis, dan emansipatoris.
Padahal, di jamannya, pengetahuan masihlah sesuatu yang terbatas: perpustakaan masih terbatas (mungkin belum ada di tempatnya), toko buku belum ada, sekolah menengah belum ada, dan jumlah koran masih terbatas.


Berikut beberapa penulis yang cukup berpengaruh bagi perkembangan dan pematangan pemikiran Kartini:
  1. Multatuli alias Edward Douwes Dekker (1820-1887). Dia pernah menjabat Asisten Residen di Lebak, Banten. Ia terkenal karena keberaniannya membongkar praktek pemerasan dan korupsi Bupati Raden Tumenggung Adipati Kartanatanegara. Karya Multatuli paling berkesan bagi Kartini adalah Max Havelaar dan Minnebrieven (Surat-Surat Cinta). Max Havelaar berbicara tentang pembesar-pembesar pribumi yang bekerjasama dengan pembesar Belanda merampoki dan memeras rakyat. Sedangkan dari Minnebrieven, Kartini terkesan dengan kata pamungkas: orang Jawa dianiaya/ Aku akan menyetopnya/ Dan: Tugas manusia adalah menjadi manusia.
  2. Israel Zangwill (1864-1926). Dia adalah penulis Inggris. Karyanya yang pernah dibaca Kartini adalah Droomen van het Ghetto/Dreamers of the Ghetto (1898), yang bercerita tentang keadaan sosial yang buruk tentang pemukiman Yahudi di London. Karya ini membuka mata Kartini tentang Eropa yang lain atau sisi lain dari Eropa.
  3. Louis Marie-Anne Couperus (1863-1923). Dia adalah novelis dan penyair Belanda. Couperus pernah ke Hindia-Belanda pada tahun 1873 dan bersekolah di Batavia. Karyanya yang dibaca Kartini adalah Reisinpressie atau Kesan-Kesan Perjalanan dan Eline Vere.
  4. Augusta De Wit (1864-1939). Dia adalah novelis Belanda yang lahir di Sibolga, Sumatera Utara. Novelnya yang terkenal adalah Orpheus in de dessa (1903). Namun, yang dibaca oleh Kartini adalah Java: feiten en fantasiën/Jawa, Fakta dan Fantasi (1907), yang banyak bercerita tentang Jawa.
  5. Petrus Augustus de Génestet (1829-1861). Dia adalah seorang penyair dan ahli teolog Belanda. Kartini sering mengutip sajak karya De Génestet, seperti Een Meikindje atau Kelahiran Mei dan Terugblik atau Buah Renungan.
  6. Cécile de Jong van Beek en Donk (1866-1944). Dia adalah penulis Belanda dan sekaligus feminis ternama Belanda. Bukunya yang berjudul “Hilda van Suylenburg”, yang bercerita tentang emansipasi wanita, sangat mempengaruhi Kartini. Kartini mengaku tiga kali membaca buku tersebut dan sangat mempengaruhi pemikirannya.
  7. Cornélie Huygens (1848-1902). Dia adalah penulis, sosialis-demokrat, dan aktivis feminis. Bukunya yang terkenal “Berthold Meryan” (1902) sangat dikagumi Kartini dan memasuki ide-ide feminis sosialis ke pemikiran Kartini.
  8. Eugene Marcel Prévost (1862 –1941) adalah penulis Perancis. Karyanya yang mempengaruhi Kartini berjudul “Moderne maagden/Les Demi-vierges” (1894), yang membuka pemikiran Kartini mengenai gerakan perempuan.
  9. Bertha Felicitas Sophie Freifrau von Suttner (1843 –1914). Dia adalah penulis novel dan pasifis radikal Austria. Ia juga dikenal sebagai perempuan peraih nobel perdamaian pertama. Karyanya yang berjudul “De Wapens Neergelegd/ Die Wapen Nieder”, yang berbicara tentang perjuangan untuk memenangkan perdamaian sosial, sangat dikagumi oleh Kartini.
  10. Henryk Sienkiewicz (1846-1919) adalah jurnalis dan novelis Polandia. Ia juga mendapatkan penghargaan nobel. Karyanya yang terkenal, Quo Vadis, bercerita hubungan cinta antara perempuan Kristen bernama Ligia dengan seorang ningrat romawi Marcus Vinicius di bawah kekaisaran Nero. Di dalamnya terdapat kisah pengorbanan dan keuletan yang menggugah Kartini.
  11. Edna Lyall/Ada Ellen Bayle (1857 –1903) adalah novelis Inggris. Karyanya yang terkenal, We Two (Kami Berdua), yang bercerita tentang soal orang atheis dan orang Kristen. Karya ini sangat mempengaruhi Kartini karena dari sinilah ia menyadari, bahwa seorang atheis pun bisa mendapatkan kebenaran, kebesaran, dan kemanusiaan.
  12. Ferdinand August Bebel (1840-1913) adalah seorang sosialis Jerman dan pendiri Partai Sosial Demokrat. Karyanya yang berpengaruh bagi Kartini adalah “De Vrouw en SosialismeWoman Under Socialism”. Buku itu cukup membantu memberi perspektif sosialis mengenai perempuan kepada Kartini.
Selain karya-karya besar di atas, Kartini juga membaca buku atau karya warisan leluhurnya, seperti Wulangreh, Centini, dan hikayat-hikayat. Kartini juga banyak membaca koran, majalah, dan lain-lain.

Total Tayangan Halaman


counter web

Categories

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

- Copyright © Diaspora -- Powered by Blogger - Designed by Efrial Ruliandi Silalahi -